TNI dan Polisi Bentrok Menyebabkan 7 Orang Terluka, Ternyata Penyebabnya Ini, Danrem Turun Tangan Damai

0 0
Read Time:2 Minute, 54 Second

Wartaotonomibaru.com – Kondisi Mapolsek Pahae Julu, Polres Tapanuli Utara paska dirusak diduga sejumlah oknum TNI. Bentrok antar aparat tersebut mengakibatkan sedikitnya enam personel polisi, satu sipil luka-luka dan satu Mapolsek rusak.
Bentrokan antara TNI dan Polri terjadi di Jalan Lintas Sumatera titik Tarutung-Sipirok, Silangkitang, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Kejadian berawal saat arus lalu lintas yang tersendat akibat kecelakaan tunggal truk Fuso.
Saat itu Kapolsek Pahae Jae, AKP Ramot S Nababan bersama sejumlah personel sedang mengatur lalu lintas.
Di saat bersamaan, mobil yang ditumpangi Komandan Kompi (Danki) A Batalyon Infanteri 123 Rajawali Kapten Infanteri Ridwan melintas di jalur tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, mobil yang ditumpangi Kapten Ridwan berusaha menerobos kemacetan.
Hal itu membuat Kapolsek menegur Danki sehingga terjadi cekcok antara keduanya.
Keributan sempat ditenangkan oleh petugas Bhabinsa, namun pukul 14.00 WIB, datang kembali sejumlah orang yang diduga oknum TNI hingga terjadi perkelahian.

Setidaknya ada enam anggota kepolisian dan sejumlah warga yang terluka akibat keributan itu. Mereka antara lain Kapolsek Pahae Jae Polres Tapanuli Utara AKP Ramot S Nababan dan tiga personelnya, Aipda David Marganti Simatupang, Brigadir Dodi Sianturi, dan Brigadir Ricardo Sitompul. Ada juga petugas dari Polres Tapanuli Utara yang terluka, Kapos Lantas Polsek Sipirok Ipda Bangun Siregar, Aiptu Velberik Sitompul, juga satu warga yang kebetulan lewat.

Setelah bentrok, sejumlah diduga oknum TNI tersebut, kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke arah Tarutung.
Rupanya di tengah perjalanan, tepatnya di depan Mapolsek Pahae Julu, mereka turun dan merusak markas polisi sektor tersebut.

Pihak Polres Tapanuli Utara lewat Kassubag Humas Aiptu W Baringbing membenarkan ada kejadian tersebut.
“Tidak apa-apa. Sudah baik-baikan, cuma selisih paham saja,” ujar Baringbing lewat pesan WhatsApp yang dikirimnya, Kamis malam. Danrem Lakukan Mediasi.

Baca juga :   Gubernur DKI Anies Baswedan Jelaskan Duduk Perkara Revitalisasi TIM di DPR

Pasca-bentrok antara pihak kepolisian dan TNI di Pahae Jae, Tapanuli Utara, Kamis (27/2/2020), kedua belah pihak langsung melakukan mediasi dan dipimpin Danrem 023 Kawal Samudera di Mapolres Tapanuli Utara.
Komandan Korem 023 Kawal Samudera Kolonel Infanteri Tri Saktiyono langsung turun ke lokasi dan memimpin mediasi antara kedua pihak yang berselisih.
Tri mengatakan, setelah kejadian kemarin, pihaknya langsung melakukan mediasi awal.
Anggota TNI dari Batalyon 123 Rajawali sudah dikumpulkan dan diperiksa.
kata Danrem, juga sudah dilakukan pertemuan kembali antara anggota Yonif 123 Rajawalu dan anggota Polsek Pahae Julu bersama Dandim, Danyon, dan Kapolres untuk saling bermaafan dan kembali menjalin hubungan yang baik.
Dan beberapa anggota Yonif dan Kodim sudah dikoordinir untuk bersama-sama memperbaiki kantor polsek yang rusak,” kata Danrem.
Sementara Kasubbag Humas Polres Taput Aiptu W Baringbing dikonfirmasi mengenai kejadian itu dan membenarkannya.
Saat ini situasi aman dan terkendali. Dan pimpinan dari kedua instansi saat ini berada di Polres taput untuk penyelesaian kesalahpahaman tersebut. Yang hadir saat ini Danrem 023/KS, Danyon 123 Rajawali, Dandim taput, Kapolres Taput, dan Wadir Intelkam Polda Sumut,” ujar Baringbing.
Dari pertemuan tersebut, kata Baringbing, permasalahan sudah selesai dan TNI-Polri tetap solid di Taput.
Masalahnya sudah selesai, antara keduanya sudah saling maaf-maafan dan berpelukan,” tukas Baringbing.
Sementara, soal dua personel Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) yang kebetulan sedang melintas dan ikut menjadi korban juga sudah mendapat perawatan.
Hanya kesalahpahaman saja bukan berkelahi dan perkara ini sudah ditangani pimpinan kita dari TNI dan Polri, kondisi keduanya juga sudah mulai sehat dan berobat jalan,” ujar Kasubbag Humas Polres Tapsel Iptu Alpian Sitepu.

Baca juga :   Ini Lokasi Razia Operasi Patuh Jaya 2020 di Jakarta

Kondisi Mapolsek Pahae Julu, Polres Tapanuli Utara paska dirusak diduga sejumlah oknum TNI. Bentrok antar aparat tersebut mengakibatkan sedikitnya enam personel polisi, satu sipil luka-luka dan satu Mapolsek rusak, Kamis (27/2/2020)(handout) (Sutiono)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “TNI dan Polisi Bentrok Menyebabkan 7 Orang Terluka, Ternyata Penyebabnya Ini, Danrem Turun Tangan Damai

  1. Kejadian seperti itu seharusnya jgn sampai terjadi lagi, sesama aparat harus lebih solid agar menjadi panutan masyarakat umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*