Terkait Virus Corona, Ganjar Pranowo Cek Kesiapan RS Rujukan di Jateng

0 0
Read Time:2 Minute, 27 Second

Wartaotonomibaru.com

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kanan) saat mengunjungi RSUD dr Moewardi di Solo, untuk mengecek kesiapan rumah sakit di Jateng mengantisipasi pasien terpapar virus corona, Rabu, 4 Maret 2020. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek kesiapan rumah sakit yang dijadikan rujukan jika terdapat pasien terpapar virus corona di provinsi tersebut. Kendati belum ada kasus positif di Jateng, Ganjar Pranowo memastikan kesiapan daerahnya menghadapi jika situasi semakin memburuk. “Ada 10 rumah sakit rujukan di Jawa Tengah, salah satunya RS Moewardi ini. Untuk SOP, peralatan, tenaga medis dan ruang isolasi semuanya sudah siap jika terjadi sesuatu luar biasa terkait viruscorona,” kata Ganjar, saat melakukan inspeksi mendadak di RS Moewardi Surakarta, Rabu (4/3/2020).

Sepuluh rumah sakit tersebut dikelola oleh pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten. Ke-10 rumah sakit itu, yakni RSUP Dr Kariadi di Kota Semarang, RSUD Dr Moewardi Solo, RSUD Kardinah Kota Tegal, RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto, RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten, RSU Tidar Kota Magelang, RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, RSUD Kraton Pekalongan, RS Dr. H Soewondo Kendal, dan RSUD Banyumas. Kesiapan pertama yang dilakukan Ganjar adalah memastikan sumberdaya medis di rumah sakit, mulai daristandard operating procedure (SOP) dokter, peralatan hingga ruang isolasi.
Untuk pencegahan, Ganjar berharap warga melakukan langkah-langkah praktis memperkuat daya tahan tubuh. Jika ada warga yang merasakan tidak enak badan disertai batuk, demam dan flu Ganjar mengimbau agar segera periksa ke dokter. Terlebih jika pernah melakukan kontak dengan warga negara asing.

Untuk kasus seperti itu, 10 rumah sakit di Jateng itu telah menerapkan prosedur perawatan.
“Kalau malu atau tidak bisa ke rumah sakit sendiri, tinggal telepon rumah sakit, nanti kita yang jemput. Semua SOP sudah siap. Kita tidak menginginkan (virus corona menyebar), tetapi menyiapkan untuk antisipasi,” katanya. Menurut Ganjar, sedikitnya ada 26 orang sempat menjalani isolasi karena ada riwayat ke luar negeri dan mengalami gejala terinfeksi virus, tetapi 21 orang di antaranya sudah sehat dan dinyatakan negatif virus corona, mereka diperbolehkan pulang. Untuk sisanya sekarang tengah menjalani perawatan di Banyumas dan RSUP Kariadi.
“Kita umumkan, jangan ditutup-tutupi.Enggak usah ngeri, dokternya siap, rumah sakit juga siap. Ini bagian mengedukasi masyarakat agar tidak panik. Insyaallah Jawa Tengah siap menanggulangi corona,” tegas Ganjar.

Baca juga :   Seko Bantah, Walikota Anwar Tak Langgar Edaran Pemda DKI Tentang Pembatasan Bepergian ke Daerah

Selain mengecek kesiapan tenaga medis, peralatan dan ruang isolasi, Ganjar juga melakukan dialog dengan warga yang tengah berobat di RS Moewardi. Untuk mengimbangi kesiapan sumber daya medis tersebut, Ganjar mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dengan meningkatkan daya tahan tubuh. ‘’Caranya, istirahat yang cukup, tidur nyenyak dan makan enak. Saya juga minta, jangan panik dengan membeli banyak masker,’’ tandasnya. “Jadi masyarakat jangan panik. Terutama soal masker, jangan panik. Itu prioritas untuk yang sakit. Maka cuci tangan, pakai sabun antiseptik, makan yang bergizi, istirahat yang cukup itu jauh lebih baik,” kata Ganjar.

Selain itu, pencegahan lain yang mesti dilakukan adalah dengan menerapkan etika batuk dan bersin. Cara-cara sederhana tersebut menurut Ganjar merupakan langkah paling sederhana untuk pencegahan. “Insyaallah akan kuat. Mudah-mudahan masyarakat segera paham,” katanya.(Luangkip Kristianto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*