4 Stasiun Kereta Api di Jakarta Ditata

0 0
Read Time:3 Minute, 4 Second

Wartaotonomibaru.com

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menata kawasan stasiun. Prioritas penataan dilakukan di empat stasiun, yaitu Stasiun Juanda, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Tanah Abang, dan Stasiun Sudirman.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, penataan stasiun tersebut dilakukan untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan pengguna transportasi.

Menurut Syafrin, kawasan stasiun harus tertib dan rapi sehingga memberikan rasa nyaman bagi pengguna transportasi.

“Tujuan penataan adalah untuk menciptakan ketertiban di kawasan stasiun dengan tetap mengedepankan kepentingan publik, yang mencakup kemudahan, kenyamanan, dan keamanan pengguna transportasi, jaminan bisnis bagi ojek online, ojek pangkalan, dan pedagang kaki lima (PKL) tersedia,” ujar Syafrin saat konferensi pers penataan kawasan stasiun di Balairung, Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Konferensi pers ini dihadir juga oleh Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah dan Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim.

Syafrin mengatakan, kondisi lalu lintas di kawasan sekitar stasiun yang belum tertata dengan rapi kerap menimbulkan penumpukan penumpang yang berimbas pada kemacetan.

Oleh karena itu, kata dia, beberapa area kawasan stasiun, seperti area penurunan dan pengambilan penumpang (drop off-pick up) ojol prerlu ditata agar tidak menimbulkan hambatan lalu lintas di area stasiun.

“Lalu ada area parkir sementara opang yang juga ditempatkan di dalam area transit sehingga tetap mudah melayani penumpang. Juga tempat pemberhentian sementara untuk berbagai moda transportasi umum dengan penerapan sistem first in first out (FIFO). Sehingga, diharapkan para pengemudi angkutan umum akan lebih rapi dan tertib dalam menunggu penumpang,” terang Syafrin.

Baca juga :   Oprasi Bersinar Bea Cukai, Polri, Dan BNN Hasilkan 29,5kg Sabu Dan 23.000 Ekstasi

Selain itu juga dibangun plaza pedestrian sebagai area terbuka yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Fasilitas ini terdapat di Stasiun Pasar Senen.

Disediakan pula transit area sebagai tempat menunggu sementara bagi penumpang yang akan melanjutkan atau pindah angkutan. Hal itu menjadi fasilitas penataan utama Stasiun Tanah Abang.

Di Stasiun Sudirman, pintu masuk sisi barat direlokasi, agar makin luas dan dekat dengan terowongan Kendal.

“Secara keseluruhan penataan stasiun ini mengutamakan pejalan kaki sebagai prioritas utama. Sehingga dalam setiap konsep penataan kawasan stasiun, kepentingan atau fasilitas pejalan kaki adalah yang utama,” tandas dia.

Kemudian, kata Syafrin, pesepeda sebagai prioritas kedua sehingga ditempatkan bike rack bagi para pengguna kereta yang mengawali maupun melanjutkan mobilitasnya menggunakan sepeda. Prioritas ketiga adalah angkutan umum, sehingga di setiap konsep penataan kawasan stasiun akan diarahkan untuk dapat terintegrasi langsung dengan angkutan umum massal (AUM) lainnya, yaitu bus Transjakarta dan angkutan umum lainnya, sesuai dengan konsep Jak Lingko.

Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah, mendukung penuh kerja sama penataan kawasan stasiun melalui sejumlah pemanfaatan lahan milik PT KAI untuk integrasi antarmoda.

Dia berharap dengan adanya penataan ini, para pengguna kereta api dapat terfasilitasi dengan baik saat akan berpindah moda dari dan menuju stasiun.

“Hal ini sesuai dengan prinsip penataan yang mengedepankan integrasi antarmoda yang nyaman dan mengutamakan keselamatan. Melalui kawasan stasiun yang tertata dengan baik, akan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang akan menggunakan kereta api. Sehingga harapannya makin banyak masyarakat yang beralih ke transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau,” papar Dadan.

Pekerjaan penataan kawasan stasiun ini secara administrasi dimulai sejak penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta bersama PT KAI dan PT MRT Jakarta tentang Penataan Kawasan Stasiun PT KAI secara terintegrasi di Wilayah Provinsi DKI Jakarta Melalui Rencana Aksi Jangka Pendek (Quick Win) pada 10 Januari 2020.

Baca juga :   Wujud Kepedulian Satgas Raider 300 Bagikan Paket Sembako

Hal ini juga merupakan kelanjutan dari arahan Presiden Joko Widodo yang pada pokoknya menyampaikan agar pengelolaan moda transportasi di Jabodetabek dilakukan oleh satu otoritas, yaitu Pemprov DKI Jakarta. Pemprov DKI Jakarta juga memiliki kontrol pada struktur kepemilikan perusahaan yang akan mengelola moda transportasi Jabodetabek. Dengan terintegrasinya transportasi Jabodetabek ini, masyarakat akan bisa menikmati pengintegrasian transportasi publik sebagai satu kesatuan.

Yanti Wiyanti
Wartaotonomibaru.com

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*