Denda Menanti Warga Australia yang Keluyuran Saat Wabah Corona




0 0
Read Time:3 Minute, 21 Second

Wartaotonomibaru.com

Premier NSW Gladys Berejiklian mengatakan pengetatan aturan akan diberlakukan bila angka COVID-19 tidak menurun.

AAP: Dean Lewins

Premier Berejiklian mengatakan pihak kepolisian akan dilibatkan dalam pengawasan aturan dimana hanya maksimal dua orang yang boleh bertemu atau berkumpul.

Sementara Kepolisian NSW mengatakan pihaknya tidak hanya ingin yang memaksa aturan dijalankan, tetapi harus bekerja sama dengan anggota masyarakat.

“Kita akan meminta publik untuk membaca peraturan baru dan tahu jika polisi akan berada di luar sana,” ujar Mick Fuller, Komisioner Kepolisian NSW.

Victoria terapkan kebijakan tahap ketiga

Premier Daniel Andrews mengatakan tahap ketiga pembatasan pergerakan dan pertemuan warga untuk mengatasi pandemi virus corona mulai diterapkan.

Hari Senin ada 56 kasus baru COVID-19, sehingga keseluruhan ada 821 kasus di negara bagian ini.

Daniel mengatakan Senin tengah malam, mereka yang melanggar aturan soal maksimal dua orang dalam bertemu akan dikenai denda langsung di tempat.

Jumlah penularan virus corona di Australia menurun dalam dua hari terakhir.

Reuters: Lindsey Wasson

Daniel mengatakan pembatasan “tidak lebih dari dua orang berkumpul” ini merupakan bentuk dari pembatasan tahap ketiga.

Dia juga mengatakan tidak menutup kemungkinan adanya pembatasan lebih ketat lagi dalam pembatasan “tahap keempat.”

“Sepanjang kita melihat adanya kasus positif baru setiap hari, kami harus mempertimbangkan langkah berikutnya.” kata Andrews.

Penerapan pembatasan pergerakan orang diambil oleh pemerintah Australia adalah dengan tujuan memperlambat penyebaran virus yang sangat menular tersebut, selain juga mencegah rumah sakit kewalahan menampung pasien yang kritis.

Sejauh ini sudah empat orang meninggal di negara bagian Victoria, dengan 29 orang dirawat di rumah sakit, dan 4 diantaranya di Unit Gawat Darurat.

Baca juga :   Jumlah Pasien Positif Corona di AS Tembus 300.000 Kasus

Kepolisian Victoria mengatakan sejauh ini mereka belum menjatuhkan denda kepada siapa pun, mamun mengatakan sejumlah orang sudah mendapatkan peringatan.

Dalam pembatasan tahap ketiga ini, taman bermain di luar ruangan juga akan ditutup.

Di Darwin, masih ada warga yang melanggar aturan

Di negara bagian Kawasan Australia (NT) yang mencakup ibukotanya Darwin, seorang pejabat mengatakan beberapa warga masih tidak mengikuti saran untuk tidak keluar rumah untuk urusan yang tidak penting.

“Virus itu tidak perlu siapapun. Besar kemungkinan banyak diantara kita yang akan terkena,” kata Hugh Heggie, Kepala Bidang Medis NT.

“Saya prihatin dengan banyak warga yang tidak mengikuti aturan menjaga jarak.”

“Saya tidak mau mengatakan ini, namun menurut saya, warga di sini masih belum mengerti mengenai langkah social distancing,”” katanya.

Kepolisian di NT sudah melakukan pengecekan terhadap mereka yang harus menjalani karantina selama 14 hari di rumah masing-masing.

Kegiatan perekonomian lokal tetap berjalan, dengan masih dibukanya pasar terbuka di Rapid Creek dan Nightcliff, akhir pekan walau pengunjung lebih sedikit.

Pasar di Nightcliff Darwin yang masih dibuka akhir pekan namun tidak banyak pengunjung.

ABC News: Ian Redfearn

Kawasan Australia Utara juga baru menerapkan karantina wajib bagi mereka yang datang dari negara bagian lain, yakni 14 hari di hotel.

Mereka yang datang setelah hari Jumat mendatang, akan diminta untuk membayar sendiri biaya hotel senilai AU$ 2.500.

Dr Heggie mengatakan kekhawatiranya adalah jika wabah tidak terkendali di sana, maka korban akan besar, karena banyak warga yang memiliki penyakit lain.

“Ini disebabkan karena kami memiliki komunitas yang rentan, dengan banyak yang memiliki kondisi medis, tingginya angka perokok dan yang lainnya,” katanya.

Baca juga :   Demo 'Saya Tak Bisa Bernapas' di Seluruh AS, Ini Titik-titik Lokasinya

Di NT sejauh ini satu dari 15 pasien COVID-19 dirawat di Ruang Gawat Darurat di Rumah Sakit Royal Darwin.

Semua kasus positif di sana berasal dari mereka yang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Kematian pertama di Tasmania

Di negara bagian Tasmania, negara bagian yang wilayahnya terpisah dari benua Australia, seorang perempuan berusia 80 tahunan menjadi korban meninggal pertama karena virus corona.

Premier Peter Gutwein mengkonfirmasi kematian perempuan tersebut, yang meninggal di Rumah Sakit North West Regional, hari Senin.

Berbicara dalam jumpa pers, Peter mengatakan warga di negara bagian tersebut tidak boleh menggangap enteng apa yang terjadi sekarang ini.

“Saya sudah mengatakan ini selama beberapa minggu bahwa ini serius, dan bahwa akan ada yang meninggal, dan sekarang Tasmania memiliki korban meninggal pertama,” katanya.

Dengan itu, angka kematian di Australia karena virus corona adalah 17 orang.

Di Tasmania sendiri sampai hari Minggu sudah ada 66 kasus, dengan tambahan 4 kasus baru.

(Ir. Noldy Maramis Kloudia Rompas)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*