Gubernur Anies Baswedan Liburkan Sekolah Selama Dua Pekan Menyusul Wabah Virus Corona

0 0
Read Time:6 Minute, 12 Second

Wartaotonomibaru.com

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk meliburkan sekolah selama dua pekan ke depan, di Balai Kota DKI, Sabtu (14/3/2020). 

Anies Baswedan memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah dari tingkat SD sampai SMA akibat wabah virus corona (Covid-19).

Kebijakan ini diambil demi menekan potensi penyebaran virus corona yang terjadi di kalangan pelajar maupun orang dewasa.

“Penutupan sekolah berlaku selama dua minggu, setelah itu kami review (kaji ulang) setelah diliburkan,” kata Anies di Bali Kota DKI pada Sabtu (14/3/2020) siang.

Meski diliburkan, kata Anies, para pelajar tetap belajar di rumah. Soalnya Pemprov DKI Jakarta mengubah metode KBM dari tatap muka menjadi metode jarak jauh melalui online.

“Kami sampai pada kesimpulan bahwa Pemprov DKI memutuskan untuk menutup semua sekolah di lingkungan DKI Jakarta. Bagi peserta UN (Ujian Nasional) pada Senin (16/3/2020) besok juga diputuskan ditunda,” ujarnya. 

Minta sekolah diliburkan 

Sebelumnya, Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah menyusul wabah virus corona (Covid-19) di Jakarta.

Partai pengusung Anies pada Pilkada 2017 lalu ini memandang kebijakan ini perlu dikeluarkan untuk memberikan rasa aman kepada anak-anak dari wabah corona.

“Untuk KBM di kampus-kampus yang selama ini dengan model tatap muka di kelas dihentikan sementara diganti dengan KBM via daring (dalam jaringan) atau online,” kata Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Dedi Supriadi dalam keterangan resminya kepada Wartaotonomibaru.com

Sabtu (14/3/2020).

Dedi mengapresiasi langkah-langkah Pemprov DKI Jakart yang mengumumkan jumlah ODP (Orang Dalam Pemantauan), lokasi persebaran dan juga langkah pembatasan kegiatan bahkan penutupan lokasi rekreasi untuk sementara waktu.

Kata dia, untuk semua elemen harus bersatu demi meningkatkan kewaspadaan atas penyebaran virus corona yang tidak mengenal batas teriritori, etnik maupun ras.

“Peningkatan kewaspadaan adalah langkah penting agar Jakarta dan Indonesia tidak menjadi episentrum baru penyakit yang sudah dinyatakan WHO sebagai pandemi ini,” ujar Dedi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta ini. 

Baca juga :   Tim Penyidik KPK Kembali Memeriksa Para Saksi

Pelayanan administrasi tetap buka

Diberitakan Wartaotonomibaru.com sebelumnya, meski 17 destinasi wisata di DKI Jakarta ditutup, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan layanan administrasi maupun kesehatan kepada warga Jakarta tetap dibuka.

Adapun penutupan belasan tempat wisata itu karena merebaknya virus corona (Covid-19) di Jakarta.

“Pelayanan masyarakat tetap berjalan seperti biasa, baik kelurahan, kecamatan, Kantor Wali Kota, Balai Kota, Puskesmas, Rumah Sakit itu semua berjalan seperti biasa,” kata Anies di Balai Kota DKI pada Jumat (13/3/2020) petang.

Tempat-tempat itu beroperasi, lanjut Anies, agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan administrasi maupun kesehatan tetap dilayani dengan baik.

Apalagi DKI Jakarta tidak melakukan lockdown (terkunci) bagi seluruh masyarakat akibat wabah corona.

“Tetapi Jakarta (Pemprov) meminta kepada seluruh warganya, sebisa mungkin mengurangi kegiatan di luar rumah kecuali yang penting, seperti belanja kebutuhan pokok, harus ada pemeriksaan medis, atau kebutuhan-kebutuhan penting lainnya,” ujarnya.

“Bila tidak penting, bila tidak produktif, di rumah dulu. Ini perlu dilakukan untuk mencegah penularan,” tambahnya.

17 Destinasi wisata ditutup

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan bahwa semua destinasi wisata yang dikelola Pemprov DKI Jakarta ditutup sementara selama dua pekan dari Sabtu (14/3/2020) sampai Sabtu (28/3/2020).

Lokasi wisata itu ditutup untuk disterilkan demi menanggulangi wabah virus corona yang mulai merebak di Jakarta.

“Semua destinasi wisata dan tempat hiburan milik Pemprov DKI Jakarta akan ditutup selama dua minggu ke depan,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (13/3/2020) petang.

Berdasarkan data yang diterima Wartaotonomibaru.com ada 17 destinasi wisata yang ditutup DKI, yaitu:

1. Kawasan Monas

2. Taman Impian Jaya Ancol

3. Kawasan Kota Tua

4. Kebun Binatang Ragunan

5. Anjungan DKI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

6. Taman Ismail Marzuki

7. PBB Setu Babakan

8. Rumah Si Pitung

9. Pulau Onrust

10. Museum Sejarah Jakarta

11. Museum Prasasti

12. Museum MH Thamrin

Baca juga :   Presiden Jokowi Berikan Arahan kepada Para Gubernur Mengenai Percepatan Penyerapan APBD Tahun 2020

13. Museum Seni Rupa dan Keramik

14. Museum Tekstil

15. Museum Wayang

16. Museum Bahari, dan

17. Museum Joang’ 45.

“Kami akan sterilkan dengan disinfektan ke semua fasilitas, dan memastikan itu semua bersih (dari corona),” ujar Gubernur Anies.

Seruan Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyerukan antisipasi terhadap pandemik virus corona kepada warga Jakarta.

Seruan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kepada warga dalam mengantisipasi virus corona agar tidak panik namun tidak menyepelekan.

Melalui Instagram-nya, @aniesbaswedan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyerukan antisipasi terhadap pandemik virus corona, Jumat (13/3/2020).

Berikut seruan Anies tersebut lengkap :

Warga Jakarta terkait pengendalian resiko penyebaran Covid 19, baru saja Who menetapkan covid 19 sebagai pandemi global.

Di Jakarta telah ditemukan kasus positif covid 19 dan telah terjadi penularan secara lokal.

Dan bila kita lihat, mayoritas kasus positif covid 19 terjadi di kota.

Ini kita sudah menyaksikan pengalaman di berbagai negara covid 19 dapat menyebar secara cepat di sana.

Ketika tidak dilakukan langkah-langkah yang serius dan penuh kedisiplinan.

Tapi juga kita menyaksikan ada negara-negara yang berhasil mengendalikan penyebaran covid 19.

Karena tindakan cepat karena tindakan serius dan dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat.

Oleh karena itu kita di Jakarta harus bersama-sama melakukan langkah pencegahan secara masih.


Kita kerjakan ini semua demi keselamatan seluruh warga Jakarta.

Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat, untuk menolong satukan prinsip keselamatan, terutama di hari-hari ke depan.

Yang kedua mari kita lakukan langkah-langkah praktis tingkat pribadi kita masing-masing.

Pertama melakukan cuci tangan sesering mungkin dan hindari tangan menyentuh wajah.

Lalu praktekkan etika batuk dan bersin yang baik.

Caranya simple menggunakan penutup tisu atau gunakan lipatan siku.

Yang kedua hindari kontak langsung seperti berjabat tangan berpelukan, dan gunakan metode sapa yang tak harus bersentuhan tangan.

Kita juga menganjurkan kepada warga untuk menghindari kegiatan yang memiliki potensi penularan.

Kita juga sudah menyampaikan kepada para penyelenggara event-event untuk menunda kegiatan jika dipandang memiliki resiko penularan.

Baca juga :   Pangdam XII/Tpr : Pola Makan dan Olahraga Meningkatkan Imunitas Tubuh

Bahkan kami telah meniadakan kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day untuk dua minggu kedepan.

Bagi warga yang sakit silakan menggunakan masker dan gunakan sesuai dengan panduan.

Lalu kita semua mari kenali gejala covid 19 dan bila ada di antara kita yang merasakan gejala itu langsung hubungi nomor kami 112 atau 0813 8837 6955.

Lalu Anda tetap tinggal di rumah.

Ini tujuannya menghindari potensi penularan.

Petugas kita akan menghubungi akan memberikan panduan

Dan bila perlu ke fasilitas pelayanan kesehatan Anda akan dijemput.

Kami menganjurkan pada semua untuk mencari informasi lebih lanjut lebih jauh soal ini.

Silakan kunjungi website Pemprov DKI Jakarta corona.jakarta.go.id.

Dan silakan Anda unduh materi materi sosialisasi di website itu, dibagikan kepada keluarga, kolega, tetangga, dan masyarakat sekitar.

Ingat prinsipnya jangan panik, tapi juga jangan menganggap enteng.

Tetap waspada dan perlu terus menjaga kesehatan.

Kami berharap imbauan dilaksanakan.

Semoga Jakarta terhindar dari wabah.

Dan saya berharap kepada semua mari kita doakan semua petugas kesehatan kita.

Yang di hari-hari ini bekerja siang malam mereka menjadi garda terdepan untuk melindungi seluruh warga Jakarta.

Mereka yang paling beresiko terpapar.

Kita doakan mereka selalu sehat dan mari kita tunjukkan bahwa kita bisa mengendalikan penyebaran covid 19 ini.

Kini saatnya bagi kita di Jakarta untuk bergerak bersama.

Kita harus solid dan kita harus disiplin untuk melindungi diri sendiri.

Dan melindungi diri sendiri adalah juga menyelamatkan orang lain.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu melimpahkan rahmatnya hidayahnya dan perlindungannya kepada kita semua, terima kasih.

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. 

Fredi Andi Baso N

Wartaotonomibaru.com

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*