Prancis Perpanjang Lockdown Hingga 11 Mei

0 0
Read Time:1 Minute, 29 Second

PRANCIS, Wartaotonomibaru.com – Sejumlah dokter menyambut kedatangan seorang pasien di ruang emergensi sementara yang dibuat dari tenda di halaman rumah Sakit Henri Mondor, pinggiran Paris, Prancis, 30 Maret 2020, atau akhir pekan kedua sejak negara itu menerapkan lockdown akibat wabah Covid-19.

Pemerintah Prancis memutuskan untuk memperpanjang masa karantina nasional hingga satu bulan mendatang untuk menuntaskan upaya menghentikan pandemik virus corona.

Lebih dari setengah penduduk bumi saat ini menjalani pembatasan sosial dan aksi jaga jarak untuk melawan penyebaran virus ini, yang telah menewaskan lebih dari 117.000 orang dan menginfeksi lebih dari 1,9 juta lainnya sejak wabah merebak dari Tiongkok akhir tahun lalu.

Sebagian besar korban jiwa terjadi di Eropa, tetapi Amerika Serikat juga terdampak sangat parah, khususnya Negara Bagian New York di mana lebih dari 10.000 orang telah tewas atau hampir setengah korban jiwa di seluruh Amerika.

Ketika sejumlah negara mulai melonggarkan pembatasan, Prancis justru memperpanjang karantina yang sudah ditetapkan sejak 17 Maret itu hingga 11 Mei, di mana setelah itu sekolah dan kegiatan usaha baru boleh dibuka kembali secara bertahap.

Dalam pidato televisi, Senin (13/4/2020) waktu setempat, Presiden Emmanuel Macron mengatakan epidemik ini “mulai melandai, dan harapan mulai bersemi kembali”.

“Tanggal 11 Mei akan menjadi awal dari sebuah fase baru yang progesif dan aturan bisa disesuaikan sesuai hasilnya nanti,” kata Macron.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mengatakan pencabutan pembatasan yang terlalu dini akan membuka pintu bagi wabah gelombang kedua dan satu-satunya cara menghentikan penyebaran penyakit ini adalah dengan vaksin, yang sampai sekarang belum ditemukan.

“Pada akhirnya, pengembangan dan pengiriman vaksin yang aman dan efektif akan dibutuhkan untuk menghentikan sepenuhnya penularan ini,” Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dari Jenewa.

Baca juga :   Menlu Tiongkok: AS-Tiongkok Harus Kooperasi, Bukan Konfrontasi

Dia menambahkan bahwa virus corona 10 kali lebih mematikan daripada wabah flu babi 10 tahun silam.

(Rendy/ James TAN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*