Dua Stafsus Jokowi Diminta Mengundurkan Dari Jabatannya

0 0
Read Time:1 Minute, 25 Second

JAKARTA, Wartaotonomibaru.com – Dua Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo diminta mundur dari jabatannya karena terindikasi menyalahgunakan jabatan sehingga mengakibatkan benturan kepentingan. Dua Stafsus tersebut masing-masing Andi Taufan dan Adamas Belva Syah Devara.

Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman, menilai, adanya rangkap jabatan di posisi Stafsus Presiden yang sekaligus CEO sebuah perusahaan menyebabkan rawan terjadinya penyalahgunaan jabatan.

“Keduanya harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai staf khusus. Benturan kepentingan itu merupakan satu bentuk pelanggaran etika pemerintahan yang juga di sisi lain juga merupakan bentuk pelanggaran etika bisnis,” kata Zaenur Rohman, di Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Dirinya mengingatkan, benturan kepentingan merupakan bibit terjadinya korupsi. Apalagi jika benturan kepentingan itu disertai dengan perolehan keuntungan materiil yang dilakukan dengan melawan hukum.

“Memang untuk kasus status ini belum sampai ke sana. Tapi ini bibit dari yang namanya korupsi sehingga secara tegas benturan kepentingan itu harus dihindari,” ucapnya.

Menurutnya, benturan kepentingan memang biasanya terjadi karena adanya rangkap jabatan. Benturan kepentingan sangat mungkin terjadi ketika ada pencampuran peran antara kepentingan pribadi dan juga tugas resmi.

Andi Taufan dinilainya sudah mengunakan jabatan staf khusus untuk kepentingan pribadi. Hal itu menyusul adanya surat yang ditulisnya dengan menggunakan kop Sekretariat Kabinet yang dibuat pada 1 April 2020.

Surat itu mengenai permohonan agar para camat mendukung edukasi dan pendataan kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk melawan wabah Covid-19 yang dilakukan oleh perusahaan pribadinya, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha). Belakangan, yang bersangkutan akhirnya meminta maaf dan menarik surat tersebut.

Stafsus lainnya, yakni Adamas Belva Syah Devara juga dianggap telah terjadi benturan kepentingan karena yang bersangkutan juga sebagai CEO Ruangguru. Seperti diketahui, saat ini Ruangguru merupakan vendor untuk program kartu prakerja Jokowi.

Baca juga :   Paripurna Virtual Bahas Perubahan Anggaran Kota Depok

Fredi Andi
Wartaotonomibaru.com

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*