Kematian Akibat Corona di AS Lampaui 20 Ribu Kasus

0 0
Read Time:1 Minute, 3 Second

CHICHAGO, Wartaotonomibaru.com РAngka kematian pasien Covid-19 di Amerika Serikat (AS) mencapai angka 20.223 kasus per Sabtu (11/4/2020) dan menjadi yang tertinggi di dunia, menurut catatan situs penyedia data pandemi virus corona worldometers.info.

Angka yang tinggi itu mungkin saja bisa menjadi salah satu pertanda bahwa pandemi ini akan segera mencapai puncaknya, mengingat kasus kematian per hari di AS sempat mencapai hampir 2.000 kasus selama empat hari berturut-turut.

Italia melaporkan angka kematian tertinggi kedua di dunia dengan jumlah 19.468 kasus, sedangkan Spanyol setelahnya dengan jumlah 16.535 kasus.

Populasi masyarakat di AS terhitung sebanyak lima kali lipat dibandingkan jumlah populasi Italia, dan mendekati tujuh kali lipat dibandingkan Spanyol.

Para pakar kesehatan masyarakat telah memperingatkan bahwa kasus kematian yang terjadi di AS dapat melonjak hingga 200.000 kasus pada musim panas jika perintah berdiam di dalam rumah dicabut setelah 30 hari diberlakukan.

Perintah tersebut mulai diterapkan beberapa pekan belakangan ini di 42 dari 50 negara bagian di AS, dan bagaimana pun memberikan dampak ekonomi yang tidak ringan. Sejumlah pakar ekonomi memperkirakan 20 juta orang kehilangan pekerjaannya per akhir bulan ini.

Secara global, kini virus corona telah menjangkiti lebih dari 1,7 juta orang dengan hampir 108 ribu kasus berujung pada kematian

Zosmeyer SE
Wartaotonomibaru.com

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca juga :   Rezim Kim Jong-un Dukung China Berlakukan UU Keamanan di Hong Kong

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

2 thoughts on “Kematian Akibat Corona di AS Lampaui 20 Ribu Kasus

  1. Keren nih ada berita luar negeri juga. Update terus berita dari dalam maupun luar negeri. Good! Wartaotonomibaru.com GO INTERNATIONAL!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*