Tangkal Corona, 43 Napi Rutan Boyolali Dirumahkan

0 0
Read Time:1 Minute, 34 Second

BOYOLALI,Wartaotonomibaru.com – Sebanyak 43 narapidana di Rumah Tahanan kelas II B Boyolali dirumahkan. Mereka menjalani asimilasi terkait program physical distancing guna mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19.

“Sesuai dengan Permenkum HAM nomor 10/2020 dan surat edaran Dirjen PAS terkait dengan pengeluaran dan pembebasan napi dan anak melalui asimilasi dan integrasi di Rutan Boyolali yang sudah memenuhi syarat administrasi itu kurang lebih 43 orang,” kata Kepala Rutan kelas IIB Boyolali, Agus Imam Taufik kepada wartawan Wartaotonomibaru.com

Imam menyebut para narapidana ini mulai dikeluarkan dari Rutan sejak Rabu (1/4) kemarin. Selama menjalani asimilasi di rumah masing-masing, para napi ini bakal diawasi oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Ini akan kita keluarkan secara bertahap. Kemarin sudah kita keluarkan satu, hari ini rencana akan kita keluarkan 15, sisanya besok. Setelah kita keluarkan dari sini akan kita serahkan ke Bapas. Selanjutnya pengawasannya akan diserahkan ke Bapas,” ujar Imam.

“Ini bukan dibebaskan ya. Tapi melaksanakan asimilasi di rumahnya masing-masing,” sambungnya.

Dia menguraikan para napi yang bisa mengikuti program ini merupakan napi yang sudah menjalani setengah dan dua per tiga masa hukumannya sebelum 30 Desember 2020. Hal ini sesuai dengan Permenkum HAM nomor 10/2020 dan Keputusan Menkum HAM Nomor 19.PK.01.04 Tahun 2020.

Dia menjelaskan dari 43 napi yang dibebaskan itu, empat di antaranya merupakan napi perempuan. Para napi yang dirumahkan ini merupakan napi kasus pidana umum.

Imam menyebut meski sudah mengeluarkan 43 napi dari Rutan, pihaknya masih mengalami overkapasitas. Rutan di Jalan Merbabu No. 15 itu hanya memiliki kapasitas 36 orang, namun kini dihuni ratusan napi dan tahanan.

“Saat ini jumlah napi dan tahanan di Rutan Boyolali 171. Setelah kita data semuanya, yang sudah memenuhi syarat (untuk asimilasi) 43 orang. Masih overload, dengan kapasitas 36 orang, jadi walaupun dikekuarkan 43 orang kondisinya masih overload. Tapi paling tidak ini mengurangi warga binaan kami yang ada di dalam,” urainya.

Baca juga :   Kapolres Banjar Meninjau Lokasi Pesawahan Di Rawa Onom

(Fredi Andi Baso N)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*