Wali Kota Depok Nilai Warganya Belum Konsisten Lakukan PSBB, Minta Aktifkan Kampung Siaga Covid-19

0 0
Read Time:1 Minute, 11 Second

DEPOK, Wartaotonomibaru.com – Wali Kota Depok Mohammad Idris saat memberi keterangan kepada wartawan seusai meresmikan pemberlakuan PSBB di Kota Depok, Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Depok.

Wali Kota Depok Mohammad Idris untuk kesekian kalinya meminta warganya mematuhi aturanPembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebab, sejak hari pertama dan kedua ini, dirinya melihat masih banyak masyarakat yang tak mengikuti anjuran, baik untuk berada di rumah saja maupun aturan selama berada di luar rumah.

“Berdasarkan pengamatan, masih banyak di antara saudara-saudara kita yang masih perlu dilakukan edukasi.”

Dan belum dapat melaksanakan PSBBsecara konsisten,” ujar Idris dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

Idris mengatakan, warga diharuskan konsisten dalam menerapkan pemberlakuan PSBB di Kota Depok.

Hal ini, kata Idris, diperlukan untuk menekan angka korban akibat Covid-19, sehingga virus yang menerpa dunia ini dapat selesai dengan cepat.

Terlebih, untuk di Kota Depok, Idris mengaku saat ini perkembangan Lasus Positif, Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terus bertambah.

“Serta menyebar di seluruh wilayah di Kota Depok dan penularannya sudah melalui transmisi lokal, di samping import cased,” katanya.

Beberapa aturan yang diberlakukan selama PSBB antara lain belajar di rumah, ibadah di rumah, keluar rumah wajib pakai masker, dan motor tidak berboncengan.

Juga, angkutan umum hanya kapasitas angkut 50 persen, jaga jarak, jangan berkerumun lebih dari lima orang, dan lainnya.

(Fredi/Abdul Azis)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca juga :   Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Raja Sapta Oktohari Masuk Tahap Penyidikan

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*