S&P Revisi Outlook RI Jadi Negatif

0 0
Read Time:55 Second

JAKARTA, Wartaotonomibaru.com – Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) menerima kunjungan kehormatan Delegasi Standard And Poor’s Rating Services (S&P) yang dipimpin Managing Director, Global Head of Sovereigns & International Public Finance Guy Deslondes (ketiga kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, 10 Mei 2016.

Lembaga pemeringkat S&P Global Ratingsmenahan peringkat surat utang RI dengan rating BBB/A-2 dan merevisioutlook menjadi negatif dari stabil.

Dalam keterangan resminya, S&P mengatakan posisi Indonesia melemah akibat depresiasi rupiah dan beban utang akan semakin berat dalam beberapa tahun ke depan akibat kebijakan fiskal dalam menghadapi pandemi corona. Di sisi lain, sumber pendapatan negara untuk membiayai utang masih terbatas.

S&P mengtakan revisi outlook dari stabil menjadi negatif merefleksikan risiko downsideterhadap kondisi fiskal pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 selama 24 bulan ke depan.

S&P juga menahan rating BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Lembaga ini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI tahun ini hanya 1,8 persen, terendah sejak 1999. RI diharapkan rebound pada 2021 dan 2022.

(Riyan Hidayat)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca juga :   Satuan Brimob Polda Sultra Bersama Dan Yon725/Wrg Sambangi 200Tukang Becak

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*