Duduk Perkara Warga Cianjur Tolak Pemakaman Jenazah PDP Corona




0 0
Read Time:1 Minute, 38 Second

CIANJUR,Wartaotonomibaru.com – Sebuah video berisi penolakan sejumlah warga terhadap pemakaman jenazah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 20 detik itu, terlihat beberapa orang mengenakan pakaian hazmat tengah berbicara dengan warga yang berkerumun.

Berdasarkan informasi yang didapat wartaotonomibaru.com peristiwa itu terjadi di TPU Sirnalaya, Kelurahan Sawah Gede, Cianjur, pada Senin (6/4/2020).

Jenazah yang akan dimakamkan merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus corona yang meninggal dunia saat menjalani penanganan medis di ruang isolasi RS dr Hafiz Cianjur.

Warga setempat keberatan jenazah tersebut dimakamkan di lokasi itu, karena merupakan bekas PDP.

Selain itu, petugas medis yang mengantar jenazah tidak mampu menunjukkan surat keterangan bahwa penyebab kematian bukan karena Covid-19.

Warga setempat khawatir, karena lokasi pemakaman dekat dengan permukiman penduduk.

Salah seorang warga, Sulaeman (55) menuturkan, warga sebenarnya tidak bermaksud menolak jenazah tersebut untuk dikebumikan.

Namun, mereka curiga dengan kondisinya, lantaran informasi yang disampaikan petugas medis.

Apalagi, para petugas yang membawa jenazah mengenakan pakaian pelindung khusus (hazmat).

“Kata petugasnya meninggal karena penyakit jantung dan bukan karena corona. Lantas kita minta surat keterangannya, namun tidak diperlihatkan, sehingga warga keberatan,” kata Sulaeman kepada wartawan Wartaotonomibaru.com, Rabu (8/4/2020).

Dimakamkan di Bandung

Proses negosiasi antara petugas medis dengan warga berjalan cukup alot, sehingga jenazah sempat tertahan selama 3 jam di ambulans.

Namun, karena tak menemukan titik terang, pihak keluarga memutuskan membawa kembali jenazah tersebut untuk dikebumikan di Bandung.

Pasalnya, kondisi jenazah dipastikan aman, karena proses pemakaman yang dilakukan pihak rumah sakit telah sesuai standar protokol penanganan pasien infeksius.

“Selama wraping-nya, kantong jenazahnya dan petinya tidak dibuka, itu dipastikan aman,” kata Yusman saat dihubungi.

Menurut Yusman, penolakan tersebut akibat warga yang tidak paham dengan beranggapan jenazah yang terinfeksi bisa menularkan penyakit.

“Kalau sudah dikubur, virus itu akan mati. Virus hanya hidup kalau ada inangnya atau manusia sebagai perantara. Kalau sudah di alam bebas, di udara, akan mati dengan sendirinya, masyarakat jangan khawatir,” ujar Yusman.

(Nanang Subandi, Asep Abdullah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*