Usulan Anies dan Ridwan Kamil Ditolak, KRL Tetap Beroperasi

0 0
Read Time:2 Minute, 0 Second

JAKARTA, Wartaotonomibaru.com – Usulan sejumlah kepala daerah seperti Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar layanan moda transportasi Kereta Rel Listrik (KRL)commuterline dihentikan sementara selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Sabtu (18/4/2020) untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19) belum terwujud.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemhub) Zulfikri dan Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati dalam video kepada media massa Jumat (17/4/2020) menyatakan, Kemhub tetap mengoperasikan KRL dengan skema pembatasan jumlah penumpang.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima Wartaotonomibaru.com pada Sabtu (18/4/2020) pagi, Manager External Relations PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Adli Hakim menyebutkan KRL tetap beroperasi pada hari ini.

“PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tetap mengoperasikan perjalanan KRL mulai hari Sabtu (18/4/2020) dengan pola operasi yang sama sejak berlakunya pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta, dan disusul kota-kota penyangganya. Jam operasional KRL adalah pukul 06.00-18.00 WIB, dengan keberangkatan kereta-kereta pertama dari wilayah penyangga Jakarta pukul 05.00 WIB,” ujar Adli.

Pembatasan tersebut antara lain dengan mengurangi jumlah penumpang untuk menjaga jarak (physical distancing), pemangkasan jam operasional dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat dan mengawasi pelaksanaan physical distancing. “Kelanjutan operasional KRL ini sesuai dengan Siaran Pers No. 21/SP/DJKA/IV/2020 dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian,” tambahnya.

PT KCI mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencegah penularan Covid-19. Masyarakat juga diimbau sebisa mungkin mengurangi aktivitas yang tidak mendesak di luar rumah serta menggunakan masker apabila berkegiatan di luar rumah.

Bila harus menggunakan KRL, pengguna diharapkan menggunakan fasilitas tambahan antara lain cuci tangan, menggunakan masker di area stasiun dan kereta, serta menerapkan jaga jarak aman di antara pengguna. “Petugas akan semakin menegaskan aturan jaga jarak ini, untuk itu para penguna kami mohon bekerja sama mengikuti arahan petugas demi kesehatan bersama,” tandas Adli Hakim.

Baca juga :   Jokowi Ancam Reshuffle, Fadli Zon: Perlu Kabinet Krisis, Bukan Pesta

Sebagaimana diketahui, KCI sebelumnya telah mengetahui usulan sejumlah kepala daerah di wilayah Jabodetabek untuk menghentikan sementara operasional KRL selama masa PSBB dimulai pada 18 April 2020 atau bertepatan dengan dimulainya PSBB di Tangerang Raya (Banten). Usulan penghentian operasional KRL ini agar pencegahan penularan Covid-19 berjalan lebih efektif.

Sebelumnya Anies Baswedan telah mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan agar operasi KRL Jabodetabek yang dioperasikan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dihentikan sementara selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bahkan Ridwan Kamil menyebut pemberhentian operasi  KRL berlaku pada Sabtu ini.

(Fredi Andi)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “Usulan Anies dan Ridwan Kamil Ditolak, KRL Tetap Beroperasi

  1. Percuma dibatasi aja masih bnyak penumpukan penumpang, Harus ditutup sementara.. Totalitas dan tegas! Demi kesehatan bersama! lawan COVID-19!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*