Kades Taban Mundur Dari Jabatannya Lebih Terhormat

0 0
Read Time:3 Minute, 13 Second

TANGERANG, wartaotonomibaru.com –Belakangan Ini Masyarakat Desa Taban Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, mengeluhkan munculnya Surat Keterangan Ijasah SDN Taban (Surat pengganti) dan Ijasah Paket B, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM – Bogor) diduga palsu yang digunakan untuk persyaratan pencalonan kepala desa.

Warso (bukan nama asli-red) salah satu warga yang tidak mau disebut namanya. Saat ditemui wartawan, mengatakan, ”Panitia Penyelenggara Pilkades, ternyata sudah membentuk sekenario buruk. Agar bisa memenangkan kandidat pulihanya. Jadi ada aktor intelektual dibelakang Kepala Desa terpilih itu. Artinya, ini sudah permainan aktor intelektual, dengan panitia penyelenggara pemilihan kepala Desa Taban Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang.

Tapi sekarang ini sudah saatnya terbongkar warga taban dan mantan Calon Kandidat Kepala Desa. Bahwa, syarat atau ijasah yang diajukan ke panitia penyelenggara pilkades itu, diduga kuat palsu. Kepala Desa Taban terpilih itu dengan panitia penyelenggara pilkades, sebelumnya sudah ada sekenario atau ada otak intelektual dibelakang kades terpilih itu,”Ujarnya, lebih jelas.

Ketika media ini menemui,”Santo, yang dikuasakan warga Desa Taban, Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang (24/4), mengatakan. Kami melaporkan kepala desa (kades), taban terpilih itu ke Polres Tangerang, sekitar tanggal 27 Maret 2020, itupun berdasarkan data (Ijasah SDN Taban dan Paket (B) PKBM Wilayah Bogor), atas dasar temuan, mantan kandidat pilkades yang bekerjasama dengan warga desa taban. Infornasi dari warga taban. Bahwa kepala sekolah SDN Taban dan PKBM Wilayah Bogor sudah ada pemanggilan dari polres,”tutur Santo.

Ketika disinggung prosesnya, sejauh mana..? “Itu kan ranah hukum dan proses penyidikan ada Apa target anda bersama warga desa taban..? Tidak ada target. Artinya, kami ingin proses ini berjalan lancar dan kepala desa terpilih itu, harus ada permintaan maaf kepada mantan calon kandidat kades. Kalaupun,”Kades (A), itu ingin damai ya, boleh saja…? “Mungkin itu jalan terbaik untuknya dan itu, yang sangat terhormat..? Tapi yang lebih penting keinginan warga desa taban…?

Baca juga :   Polres Sumenep Tak Beri Ijin CMK Nito, Pengacara: Rutan Kok Bisa Ya

Yang pertama (1)..? Permintaan maaf kepada Warga Desa Taban. Kedua (2), Permintaan maaf kepada calon kandidat kades..? Dan ketiga (3), Mundur secara terhormat.

Jadi, lanjutnya. Terkait, ijasah palsu yang digunakan atau dipaksakan pihak panitia penyelenggara pilkades itu. Kini, sudah masuk ke ranah hukum, tentunya, Polisi yang memperoses,”Ungkap Santo, yang juga seorang penulis,”Pasir Pemalu”Itu.

Ketika media ini, mencoba lagi, menghubungi,”Abidin Kepala Desa Taban Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang. Lewat telpon selulernya (wa)nya. Tidak ada kontak balik atau balasan Wa (Sabtu-19-4-2020). Ahmad Suhud selaku Direktur Eksekutif LSM-BP2A2N,”Saat ditemui media ini di bilangan Tangerang Selatan (25/4), mengatakan. Kepala desa taban terpilih itu, terkait ijasah palsu yang digunakan pada saat pencalonan pemilihan kepala desa.

“Kini, warga desa taban kecamatan jambe kabupaten tangerang, telah menguasakan kepada Bapak Santo, untuk memperoses panitia penyelenggara pilkades, terkait ijasah palsu yang dipaksakan, itu. Jadi, sambungnya. “Sudah ada surat panggilan yang telah dilayangkan Tim Penyidik Polresta Tangerang kepada Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Taban dan Kepala PKBM Wilayah Bogor.

Karena, sambungnya,”Jika ini terbukti ada penyimpangan atas apa yang dilakukan oleh kedua pejabat itu, serta panitia penyelenggara pilkades, bisa dikatakan, tindakan yang sangat merugikan Masyarakat Desa Taban dan juga telah mencederai proses Demokrasi.
Dan kemungkinan juga adanya pemanggilan terhadap panitia penyelenggara dan Kepala Desa Terpilih, berdasarkan informasi yang didapat dan tidak menutup kemungkinan keduanya akan dipanggil juga oleh Penyidik dari Polresta Tangerang Provinsi Banten,”Ujar A Suhud.

Ketika disinggung, kalau peroses ini sempat jakan ditempat gimana,..? Sepertinya ga mungkin. “Karena kita tau, dan berapa besar kekuatannya..? “Jadi komitmen kami bersama warga desa taban,

yang pertama (1) Kepala Desa Taban terpilih, harus permintaan maaf kepada mantan kandidat pilkades,
Kedua (2) Harus, mundur dari jabatnya secara terhormat itu, lebih baik. Ketiga (3) Warga desa taban tidak ingin ada permusuhan dan gontok-gontokan dibelakang hari.

Artinya, Desa Taban akan kembali Kondusif dan tentunya, akan bisa tertib administrasi Desa Taban Kecamatan Jambe Kabuoaten Tangerang,”Jalas,”Aktivis itu, di Tangerang Selatan.

Catatan : Pernah diberitakan Koran SINAR PAGI-Edisi 208,(9/3-2020), berjudul..? Kades Diduga Pakai Ijasah Palsu.

(N’San – ).

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*