ABK KM Dobo Makmur 7 yang Terbakar Di Perairan Wakatobi Akhirnya Tewas




0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Wartaotonomibaru.com – Musibah terbakarnya Kapal Motor (KM) Dobo Makmur 7 di perairan Wakatobi Kendari, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Saleh di Karimun, kepri.

Pasalnya Saleh anak buah kapal (ABK) Dobo Makmur itu menjadi satu satunya korban yang tak terselamatkan dalam musibah terbakarnya KM Dobo Makmur tersebut.

Sebagaimana diberitakan pada pihak keluarga, dalam peristiwa terbakarnya KM Dobo Makmur itu, Saleh menjadi korban yang menderita luka bakar paling berat.

Namun setelah berhasil dievakuasi oleh tim basarnas Wakatobi, dan dibawa kerumah sakit, nyawa korban tak terselamatkan. Saleh meninggal dalam perawatan di Rumah sakit umum daerah( RSUD) Wangi Wangi.

Saleh yang tercatat sebagai warga Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun kepulauan Riau itu akhirnya dimakamkan di Wakatobi Kendari, tanpa dihadiri oleh sanak keluarganya. Mendengar kabar meninggalnya Saleh, pihak keluarga sempat meminta agar korban bisa dimakamkan dikampung halamannya, namun pihak perusahaan yang mengoperasikan KM Dobo Makmur, tempat almarhum Saleh bekerja tidak menyanggupi keinginan keluarganya itu, dengan alasan situasi masih dalam kondisi cobid 19, dan pasawat untuk membawa jenasah kekampung halamannya di Karimun itu tidak ada, demikian diceritakan keluarga almarhum Saleh yang dikunjungi wartawan wartaotonomibaru.com dirumah duka.

Syafarudin, Nakhoda KM Dobo Makmur yang memimpin korban dalam pelayaran naas itu ketika dihubungi wartaotonomibaru via telepon selulernya mengatakan, Kapal yang dinakhodainya itu terbakar pada hari minggu tanggal 10 Mei, sekitar jam 11 siang, jelasnya.

Sementara dirinya dan satu ABK selamat, dan 2 ABK nya turut terkena kobaran api, dan Saleh menderita luka bakar yang sangat berat, sementara satu lagi ABK nya yang bernama Frans Z Noya meskipun terkena kobaran api bisa diselamatkan, karena lukanya tidak seberat Saleh,tambahnya.

Saat ditanya penyebab kebakaran itu, Syafarudin belum bisa menjelaskan. Sementara pihak keluarga almarhum Saleh yang dijumpai wartaotonomibaru.com didesa Baran Timur, kecamatan Meral Kabupaten Karimun Kepri, mengatakan, bahwa pihak keluarga masih menunggu informasi dan tanggung jawab dari pihak PT Pulau Timur Utama ( PT PTU) tempat almarhum Saleh bekerja, yang berkantor pusat di Jakarta, ungkapnya.

Sebagai keluarga almarhum kami meminta PT Pulau Timur Utama memakamkan keluarga kami dengan layak, dimakamnya diberi nisan agar kami bisa menziarahinya, harapnya.

Kami berharap pihak perusahaan menyelasaikan tanggung jawab serta memberi hak hak almarhum sesuai peraturan yang ada. ungkap kakak korban.

Karena almarhum belum berkeluarga, alias masih membujang, maka kami keluarganya akan meminta perusahaan yang memperkerjakan keluarga kami, dan sebagi ahli warisnya kami akan menuntut hak hak yang wajib diselesaikan oleh perusahaan pada keluarga kami, ungkapnya. (Komar/red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*