Berteman Dengan diri Sendiri

0 0
Read Time:2 Minute, 25 Second

Wartaotonomibaru.com – Terkadang ketika kita sedang sendiri, kita memiliki pemikiran seperti, “Oh, aku adalah orang yang gagal! Aku tidak bisa melakukan apa pun dengan benar!

Aku tidak berharga,
aku tidak heran jika tidak ada orang yang menyukaiku!”

Rasa rendah diri ini merupakan salah satu halangan terbesar dalam jalan menuju pencerahan.

Kita hidup dengan diri sendiri setiap saat,
tetapi kita bahkan tidak tahu siapakah diri kita atau bagaimana berteman dengan diri sendiri.

Kita membandingkan diri dengan orang lain dan kita selalu menjadi orang yang kalah.

Di antara kita, tidak ada yang sempurna,
kita semua memiliki kekurangan.

Ini adalah hal yang wajar dan kita tidak perlu mencaci diri sendiri atas kesalahan kita atau berpikir bahwa kita adalah kesalahan.

Kita perlu belajar untuk menerima dan berteman dengan diri sendiri,

“Saya memiliki kesalahan dan saya berusaha memperbaikinya.

Saya memiliki kemampuan yang baik juga.

Saya juga memiliki sifat berpotensi untuk menjadi yang tercerahkan sepenuhnya.”

Meditasi dan mempelajari ajaran diri kita membantu kita berteman dengan diri sendiri.

Untuk mengatasi rasa rendah diri, kita harus merenungi kehidupan manusia yang berharga serta sifat rendah hati berjiaw sosial yang kita miliki.

Dengan itu, kita dapat memahami bahwa sifat dasar pikiran kita adalah murni dan tidak ternodai.

Sifat alami pikiran kita itu seperti langit yang luas sungguh-sungguh lapang dan bebas.

Kotoran batin seperti ketidakpedulian, kemarahan, kemelekatan, kesombongan, kecemburuan, kemalasan, kebingungan, keangkuhan dan sebagainya seperti awan di langit.

Ketika ada awan di langit, kita tidak dapat melihat langit yang sesungguhnya yang bersih, terbuka, luas, dan lapang.

Baca juga :   Dirjen Imigrasi Ingin Jewer Djoko Tjandra

Langit masih ada di atas sana, namun ia tertutup dari pandangan kita pada saat itu.

Sama halnya, saat kita merasa berkecil hati atau bingung, seluruh emosi dan pikiran tersebut bukanlah diri kita yang sesungguhnya. Mereka seperti awan di langit.

Sifat alami langit masih ada.

Sifat tersebut tersembunyikan sementara, namun ketika angin kebijaksanaan dan welas asih datang serta meniup awan emosi-emosi mengganggu itu, maka kita dapat melihat langit yang terbentang luas dan bebas.

Luangkan waktu setiap hari untuk duduk dan berdoa dengan tenang melakukan latihan meditasi, pelajari ajaran-ajaran jadi dari yang iklas lahir batin dan luangkan waktu setiap hari untuk merenungkan kehidupanmu.

Amati pikiranmu dan pelajari cara membedakan antara pikiran yang bermanfaat dengan pikiran yang merugikan. Pelajari bagaimana pikiranmu menciptakan emosimu.

Beri hatimu ruang untuk menerima dan menghargai diri apa adanya. Kita perlu menjadi diri kita sendiri.

Kemudian engkau bisa mengembangkan potensimu dan membuka pintu apa pun guna membantu memahami diri sendiri.

Hati kita mengajarkan sejumlah cara untuk mengatasi pikiran-pikiran negatif dan menyingkirkan pandangan salah.

Engkau bisa mempelajari hal-hal tersebut serta bagaimana cara menerapkannya di dalam pikiran, bagaimana melatih pikiran sehingga menjadi lebih jernih dan tenang, bagaimana membuka hatimu dalam kebaikan hati untuk diri sendiri dan orang lain.

Semoga apa yg kita lakukan utk rakyat dapat meringankan dan covid-19 cepat berlalu

Kolonel Inf Djohan Darmawan Kepala Penerangan Kodam II/Swj

Trimakasih dan salam hormat TNI selalu karda depan untuk rakyat NKRI

(Jhn/Inwi/red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*