Selama Pandemi Covid-19, Nasib Guru Honorer Terkatung-katung

0 0
Read Time:1 Minute, 24 Second

JAKARTA, Wartaotonomibaru.com – Nasib guru honorer di tengah pandemi Covid-19 bisa dibilang memprihatinkan. Menurut Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim, dan Wasekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim, hingga kini persoalan guru honorer belum terselesaikan. Bahkan di tengah pandemi, nasib jutaan guru honorer terkatung-katung.

Satriawan mencontohkan, salah satu persoalan yakni guru honorer yang lolos seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) 2018/2019 belum juga diangkat. Satriawan berharap hadirnya Iwan Syahril sebagai Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang baru, bisa menyelesaikan masalah guru honorer.

“Yang mereka butuhkan adalah upaya Dirjen GTK berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negera dan/atau Kempan RB. Bagaimana nasib 34.954 guru honorer yang dari data BKN 2019 lolos P3K tersebut. Mau diapakan mereka? Para guru honorer yang sudah belasan tahun mengabdi, sekarang menunggu tindakan nyata Dirjen GTK,” kata Satriawan dilansir dari siaran pers kepada Wartaotonomibaru.com.

FSGI berharap, kehadiran Iwan memberi semangat baru terhadap pembenahan persoalan-persoalan guru di Indonesia. Di antaranya masalah kompetensi, perlindungan, kesejahteraan, rasio ketimpangan guru di daerah dan perkotaan, serta sinergisitas dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam menyiapkan calon-calon guru profesional.

“Persoalan guru makin menumpuk, butuh kecermatan dalam membuat regulasi guru, sehingga tidak bias. Harus diingat, tidak semua guru itu mengajar di sekolah perkotaan. Tak semua guru punya akses mewah terhadap gawai pintar dan jaringan internet. Saat ini pemerintah harus responsif menjawab persoalan guru, misalnya pada situasi darurat Covid-19 sekarang. GTK harus hadir memberikan pendampingan atau pelatihan bagi guru untuk menerapkan pembelajaran dari rumah,” ucap Satriwan.

Berdasarkan data FSGI 2020, di tengah pandemi, ada 67% guru tetap semangat mengajar dan 58% bersedia diberikan pelatihan pengelolaan PJJ (pembelajaran jarak jauh).  

Baca juga :   Cegah Penyebaran Virus Corona, Gub Anies Batasi Ruang Interaksi

(Sartito/ Susie)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*