Wacana New Normal Depok Timbulkan Kekhawatiran IDI

0 0
Read Time:1 Minute, 11 Second

DEPOK, Wartaotonomibaru.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok, Jawa Barat di atas kertas bakal berakhir pada 4 Juni 2020 mendatang.

Selepas 4 Juni 2020 mendatang, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan bahwa PSBB kemungkinan akan dilanjutkan namun dengan metode baru, yakni PSBB proporsional di level RW.

Syaratnya, penularan Covid-19 yang diklaim mulai melambat di Depok saat ini tidak melonjak lagi.

“Dalam PSBB proporsional, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 pada level komunitas, Kota Depok akan mengembangkan inovasi berupa Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS),” jelas Idris melalui keterangan tertulis, Senin (1/6/2020).

“Dalam PSKS, area pembatasan sosial akan diperkecil pada level RW yang masih dikategorikan zona merah, dengan parameter yang ditetapkan,” imbuh dia.

Di luar kelurahan-kelurahan zona merah, Kota Depok menyongsong new normal alias AKB (adaptasi kebiasaan baru) untuk beberapa kegiatan warga.

Namun, wacana ini mendapat kritik dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok. Ulangi outbreak awal Maret

Ketua Satuan Tugas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok, Alif Noeriyanto berpendapat, dari kacamata epidemiologis, keputusan tersebut dapat berpotensi mengulang peristiwa merebaknya Covid-19 dalam waktu yang bersamaan (outbreak), seperti yang terjadi pada awal Maret 2020 silam.

“Ada, ada (potensi outbreak seperti awal Maret). Jadi sebetulnya kondisi ini api dalam sekam. Kita tidak tahu, apakah memang betul-betul normal atau tidak normal,” jelas Alif ketika dihubungi Wartaotonomibaru.com, Selasa (2/6/2020).

Fredi/Azis
Wartaotonomibaru.com

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*