Kasus Baru Covid-19 yang Terus Melonjak, Ini Penjelasan Anies

3 0
Read Time:3 Minute, 11 Second

Wartaotonomibaru.com
JAKARTA-
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersepeda melewati kawasan Bunderan HI, Jakarta, Selasa, 16 Juni 2020. 

Salah satu fakta menarik di Provinsi DKI Jakarta adalah penambahan kasus baru positif Covid-19 terus melonjak selama masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Rata-rata penambahan kasus positif harian di atas 100 orang, bahkan pernah mencapai angka tertinggi penambahan kasus baru, yakni pada 9 Juni dengan penambahan sebanyak 239 kasus baru.

Sementara di sisi lain, tingkat penularan virus corona (Covid-19) (Rt) justru mengalami penurunan di masa transisi dan positivity rate (rasio antara yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan yang menjalani tes corona) masih di bawah angka 10 persen.

Menanggapi fakta tersebut, Anies menerangkan bahwa jumlah kasus baru positif Covid-19 per hari mengalami peningkatan selama masa transisi karena DKI Jakarta menerapkan kebijakan active case finding. Dengan kebijakan ini, kata Anies, Pemprov lebih proaktif melakukan tracing dan testing bukan saja ke masyarakat yang mempunyai gejala Covid-19, tetapi juga kepada masyarakat yang tidak mempunyai gejala.

“Jumlah kasus positif memang meningkat karena Pemprov DKI lakukan active case finding. Kalau dahulu yang kita lakukan banyak pada pemeriksaan terhadap yang punya gejala, sekarang kita melakukan tracing secara aktif lalu testing, sehingga jumlah yang dites meningkat,” ujar Anies di Gedung DPRD, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Yang menarik, kata Anies, meskipun tes corona semakin banyak dilakukan terhadap warga DKI Jakarta, namun positivity ratenya, masih di bawah angka 10 persen. Bahkan, tutur Anies, dalam waktu 10 hari terakhir, positivity ratenya rata-rata di bawah 5 persen.

“WHO mensyaratkan, apabila kita mengalami transisi maka positivity rate-nya harus di bawah 10 persen. Jakarta selama sepuluh hari terakhir rata-rata lima persen,” ungkap Anies.

Baca juga :   Tim Penyidik KPK Kembali Memeriksa Para Saksi

Di sisi lain, lanjut Anies, temuan tim Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, menunjukkan bahwa tingkat penularan Covid-19 mengalami penurunan dari 0,99 pada awal masa transisi dan sekarang di angka 0,98. Angka ini, kata Anies, menggambarkan, tidak adanya lonjakan penularan Covid-19.

“Artinya masyarakat mulai berkegiatan, dan kondisi wabah masih tetap terkendali. Mudah-mudahan masyarakat, semua, makin menyadari untuk disiplin menggunakan masker, jaga jarak, tidak berkerumun, cuci tangan rutin, dengan begitu kita bisa lebih cepat lagi mengendalikan wabah,” imbuh Anies.

Berdasarkan data dari Jakarta Tanggap Covid-19, dalam 18 hari PSBB transisi (5 Juni sampai 22 Juni), terjadi penambahan kasus baru sebanyak 2.357 kasus sehingga rata-rata kasus baru per hari dalam waktu 18 hari sekitar 130,94 kasus. Puncak kasus tertinggi sejak kasus positif pertama terkonfirmasi di Jakarta pada 3 Maret lalu, justru terjadi pada masa PSBB transisi, yakni pada 9 Juni dengan penambahan kasus sebanyak 239 kasus. Penambahan kasus pada 9 Juni ini, mengalahkan penambahan kasus pada 16 April 2020 lalu yang mencapai angka 223 kasus baru.

Jumlah kasus positif Covid-19 dan penambahannya di Masa PSBB Transisi

5 Juni: 7.684 kasus, penambahan 84 kasus baru

6 Juni: 7.786 kasus, penambahan 102 kasus baru

7 Juni: 7.946 kasus, penambahan 160 kasus baru

8 Juni: 8.037 kasus, penambahan 91 kasus baru

9 Juni: 8.276 kasus, penambahan 239 kasus baru

10 Juni: 8.423 kasus, penambahan 147 kasus baru

11 Juni: 8.552 kasus, penambahan 129 kasus baru

12 Juni: 8.628 kasus, penambahan 76 kasus baru

13 Juni: 8.748 kasus, penambahan 120 kasus baru

14 Juni: 8.863 kasus, penambahan 115 kasus baru

15 Juni: 8.968 kasus, penambahan 105 kasus baru

Baca juga :   Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengunjungi wisata Aquaculture Mangrove di Desa Ketapang, Tangerang, Banten.

16 Juni: 9.092 kasus, penambahan 124 kasus baru

17 Juni: 9.209 kasus, penambahan 117 kasus baru

18 Juni: 9.385 kasus, penambahan 176 kasus baru

19 Juni: 9.525 kasus, penambahan 140 kasus baru

20 Juni: 9.703 kasus, penambahan 178 kasus baru

21 Juni: 9.830 kasus, penambahan 127 kasus baru

22 Juni: 9.957 kasus, penambahan 127 kasus baru.

David/ Fredi
Wartaotonomibaru.com

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*