Polisi Bongkar Pabrik Liquid Vape dan Tembakau Gorila Beromset Miliaran




16 0
Read Time:2 Minute, 0 Second

JAKARTA, Wartaotonomibaru.com – Tim Subdit I Ditresnakoba Polda Metro Jaya, membongkar pabrik rumahan liquid vape yang mengandung narkotika dan tembakau gorila beromset miliaran rupiah, di Palem Regency, Kuta Selatan, Badung, Bali. Sebanyak tujuh tersangka ditangkap, salah satunya merupakan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan, di Bali.

“Pengungkapan home industry liquid vape yang mengandung narkotika dan tembakau gorila. Ini dilakukan sindikat antarprovinsi, dan mereka memasarkan barang haram tersebut melalui online,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Senin (29/6/2020).

Dikatakan Nana, pengungkapan kasus ini bermula ketika penyidik membekuk seseorang berinisial FA dengan barang bukti lima botol liquid vape, di kawasan Cawang, Jakarta Timur, tanggal 12 Juni 2020 lalu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mengatakan kalau barang haram itu didapatkan dari Bali.

“Kemudian, penyidik melakukan pengembangan ke Bali dan berhasil menangkap tujuh tersangka di beberapa (lima) wilayah di Bali,” ungkapnya.

Nana menyampaikan, tujuh tersangka yang ditangkap berinisial AAN, IK, NIKA, AAP, ANA, AEP, dan K. Nama terakhir merupakan seorang narapidana di Lapas Bali, berperan sebagai penyalur bibit tembakau gorila yang dipesan dari Tiongkok dengan bantuan tersangka AAP, AAN, dan AE.

“TKP yang menjadi home industry berada di perumahan Palem Regency, Kuta Selatan, Badung, Bali. Untuk home industry ini tersangkanya berinisial NK. Ditangkap pada hari Minggu 21 Juni kemarin,” katanya.

Menurut Nana, tersangka mulai memproduksi liquid vape dan tembakau gorila di pabrik rumahan itu mulai Januari 2020 lalu. Omsetnya diduga mencapai miliaran rupiah.

“Terkait dengan liquid vape dan tembakau gorila memang sekarang menjadi tren anak-anak muda. Keterangan para tersangka ini mulai bulan Januari 2020, mereka mulai melakukan industri rumahan tersebut. Omzetnya cukup besar, sindikat ini sudah bermain antarprovinsi, Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi, ada Sumatera Kalimantan, dan Bali. Jadi cukup besar ini miliaran rupiah,” jelasnya.

Pada saat penangkapan, Nana menyebutkan, penyidik menyita barang bukti berupa 24 kilogram tembakau gorila, tujuh liter liquid vape, dan 500 gram bibit tembakau gorila.

“Kemudian ada uang Rp 500 juta kita dapatkan dari tersangka. Mereka juga ada barang bukti emas 150 gram. Ini hasil penjualan liquid vape dan tembakau gorila,” ucapnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya pidana seumur hidup, paling sedikit 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” tandasnya.

Jefry/Luciana
Wartaotonomibaru.com

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*