4 Oknum Pejabat Bea Cukai Batam Tersangkut Kasus Hukum, BC Perketat Pengawasan Kinerja Pegawai




28 0
Read Time:59 Second

Wartaotonomibaru.com, BATAM – Dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai tahun 2018 hingga 2020 telah mencoreng nama Bea Cukai Kota Batam.

Pasalnya, 4 (empat) oknum pejabat Bea Cukai Batam ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara itu.

Hal ini menjadi atensi khusus. Menanggapi itu, Humas Bea Cukai Batam, Sumarna mengatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan kinerja terhadap seluruh pegawai.

“Baik di kantor maupun lapangan,” tegasnya kepada Wartaotonomibaru.com

Lanjut dia, caranya dengan mengefektifkan unit kepatuhan internal.

“Mekanisme pengawasan melekat (waskat) yang lebih intens dari atasan langsung,” tambahnya.

Terkait lalu lintas barang masuk ataupun keluar, Sumarna menjelaskan, aturan telah termaktub jelas di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120 tahun 2017.

Dalam aturan itu, prosedur tetap (protap) untuk tata laksana pemasukan dan pengeluaran barang di kawasan perdagangan bebas, pelabuhan bebas, dan pembebasan cukai telah diatur rinci.

“Dan masing-masing pejabat harus mengikuti SOP (Standar Operasional Prosedur) saja,” jelasnya lagi.

Terhadap perkara ini, Sumarna menegaskan, tak mengganggu pelayanan di Bea Cukai Batam. Walaupun, Kepala Bea Cukai Batam, Susila Brata, kembali diperiksa sebagai saksi oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia. 

Jhony Lumintang
Wartaotonomibaru.com

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*