Pejabat Bea Cukai Batam Akhirnya Ditahan Kejaksaan Agung




104 0
Read Time:2 Minute, 9 Second

Wartaotonomibaru.com
BATAM-
Pejabat Bea dan Cukai Batam yang ditahan bertambah setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan Kepala Bidang Pelayanan Kepabeanan dan Cukai Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Batam, Mukhammad Muklas. Ia ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kejagung, sejak 20 Juli lalu.

Muklas mengikuti jejak tiga rekannya di BC Batam yang sudah lebih dulu ditahan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai 2018 hingga 2020.

“Benar, setelah selesai pemeriksaan, yang bersangkutan langsung dilakukan penahanan di rumah tahanan negara untuk masa selama 20 hari, terhitung 20 Juli 2020 hingga 8 Agustus 2020,” ujar Hari Setiyono, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, dilansir Wartaotonomibaru.com Kamis (23/7).

Penahanan Muklas berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: Sprin-23/F.2/Fd.2/07/2020 tertanggal 20 Juli 2020. Hari menjelaskan, sejatinya Muklas ditahan bersamaan dengan tiga rekannya, yakni Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) III pada KPU BC Batam, Dedi Aldrian; Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) I pada KPU BC Batam, Hariyono Adi Wibowo; dan Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) II pada KPU BC Batam, Kamaruddin Siregar.

Selain itu, sebelumnya Kejagung juga sudah menahan satu tersangka dari pihak pengusaha, yakni pemilik PT Fleming Indo Batam (FIB) dan PT Peter Garmindo Prima (PGP), Irianto, saat ditetapkan sebagai tersangka pada 27 April 2020. Adapun Muklas saat itu terindikasi Covid-19 (hasil rapid test reaktif, red), sehingga harus menjalani masa isolasi mandiri di rumahnya di Sidoarjo.

“Dia (Mukhammad Muklas, red) dinyatakan negatif Covid-19, sehingga penyidik melanjutkan pemeriksaan pada 20 Juli lalu hingga malam hari dan langsung ditahan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan empat pejabat Bea Cukai Batam dan satu pengusaha swasta sebagai tersangka.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono menjelaskan, keempatnya ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan berdasar surat perintah penyidikan tertanggal 27 April dan 6 Mei. Salah seorang tersangka adalah Kabid Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan KPU Bea Cukai Batam berinisial MM.

Lalu, tiga orang kepala seksi dari Kepabeanan Bea dan Cukai pada Bea Cukai Batam, yakni Deddy Aldrian, Haryono Adi Wibowo, dan Komarudin Siregar. Tadi malam ketiganya ditahan Kejagung.

Sementara itu, tersangka pihak swasta berinisial IR merupakan pemilik PT Flemings Indo Batam (FIB) dan PT Peter Garmindo Prima (PGP). ”Masih pejabat aktif yang empat orang,” ujar Hari di Gedung Bundar Kejagung tadi malam.

MM tengah diperiksa penyidik di kediamannya di Sidoarjo. Dia disidik terpisah karena reaktif Covid-19. Sementara itu, IR sudah dalam tahanan di Jakarta setelah ditahan bea dan cukai untuk kasus kepabeanan. Para tersangka dijerat pasal 2 dan 3 UU Tipikor.

Jhony Lumintang
Wartaotonomibaru.com

Happy
Happy
99 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
1 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*