Hotel Fidusia Otista Sarang Prostitusi

3 3
Read Time:4 Minute, 18 Second

Jakarta, wartaotonomibaru.com – Maraknya praktek pelacuran dan prostitusi online yang terjadi di DKI Jakarta, ternyata selama ini di manfaatkan oleh pemilik atau pengelola hotel nakal, untuk mendulang dan meraup rupiah sebanyak – banyaknya, di kala pandemi Covid 19 sedang melanda ibu kota Jakarta, terkesan pemilik hotel melecehkan semua larangan dan himbauan yang ada, pemilik atau pengelola hotel seakan tak perduli sama sekali dan tutup mata, betapa Jakarta saat ini dalam keadaan parah dan zona merah beberapa waktu yang lalu, hal ini terungkap ketika Warta Otonomi melakukan penelusuran dan investigasi, di hotel Fidusia Otista Jakarta Timur, tepatnya pada hari Rabu tanggal 08 September tahun 2021 silam, berdasarkan penuturan dan pengakuan Helen, (bukan nama sebenarnya – Red), ketika bertemu dengan Warta Otonomi di hotel Fidusia beberapa waktu yang lalu, Helen merupakan salah satu pekerja seks komersial (PSK), yang tinggal cukup lama di hotel Fidusia.

Helen adalah primadona bagi tamu lelaki hidung belang, yang datang dan berkunjung ke hotel Fidusia, untuk mencari kenikmatan sesaat dan melampiaskan hasrat birahi, Helen menuturkan dirinya biasa mencari tamu secara online melalui Twitter dan Michat, bahkan masih munurut penuturan Helen, karyawan hotel Fidusia terutama office boy dan receptionist, sering membantu dirinya mencari tamu, dengan cara menawarakan kepada tamu hotel yang datang dan menginap, terutama tamu yang datang dari luar kota, tuturnya, “kamu sudah lama buka room di hotel Fidusia ini,” tanya Warta Otonomi pada Helen, lalu Helen menjawab, “saya sudah lama bang stay di hotel Fidusia Otista, semua karyawan hotel tau dan kenal baik dengan saya, abang jangan was – was dan kuatir, karena di sini aman dan nggak ada razia”, tuturnya, lalu Warta Otonomi bertanya pada Helen, “dari mana kamu tau, kalau hotel Fidusia aman dan nggak razia,” tanya Warta Otonomi.

Baca juga :   Kadiv Propam Polri : Tak Ada Tempat Bagi Anggota Penyalah Guna Narkoba di Kepolisian

Lalu Helen menjawab, “setiap hari bang, office boy dan receptionist hotel saya bagi rejeki, saya kasih uang dan rokok sebungkus, supaya mereka nggak reseh dan nggak ganggu tamu saya, yang penting intinya tau sama tau lah bang dan sama – sama tau,” tutur Helen pada Warta Otonomi, namun sangat di sesalkan, Helen nggan menyebutkan, berapa jumlah nominal uang yang di berikan kepada office boy dan receptinist hotel Fidusia setiap harinya, yang menurut Helen adalah jatah harian, masih menurut penuturan Helen, bukan hannya dirinya saja yang stay dan open BO di hotel Fidusia Otista, namun ada beberapa cewek yang juga stay dan open BO di hotel Fidusia Otista, bahkan mereka menggunakan jasa joki, untuk mencari tamu secara daring atau online di Twitter dan Michat, ketika di desak oleh Warta Otonomi untuk menyebutkan, kira – kira ada berapa orang cewek yang stay dan open BO di hotel Fidusia, Helen nggan memberitahu dan hanya menjawab singkat.

“Pokoknya ada banyak cewek yang open BO di hotel Fidusia,” jawabnya singkat, mereka juga sama seperti Helen, setiap harinya memberi jatah harian, berupa uang dan rokok sebungkus kepada office boy dan receptonist hotel Fidusia Otista supaya aman dan terkendali, menanggapi hal ini, konsultan hukum sekaligus pengamat sosial dan lingkungan Trihadi SH MH anggkat bicara, “benar – benar sangat memprihatinkan dan memalukan, hal ini tidak dapat di toleransi dan di benarkan atas dasar apa pun, seharusnya pemilik atau pengelola hotel Fidusia berupaya mencegah, atau melarang tepatnya di jadikan ajang mesum dan maksiat, bukannya mencegah atau melarang, malah menjembatani terjadinya perbuatan mesum dan maksiat, apakah pemilik atau pengelola hotel Fidusia, tidak mengerti dan memahami semua aturan yang ada, peraturan berupa undang – undang dan peraturan Gubernur (Pergub) serta peraturan daerah (Perda),” tutur Trihadi mempertanyakan.

Baca juga :   Penyidik KPK Kembali Panggil Saksi Terkait Dugaan Suap di Dinas PUPR Kota Banjar dan Kasus Korupsi di Kab. Indramayu

Lalu Trihadi melanjutkan, “demi terwujudnya tata kehidupan yang baik dan sehat di masyarakat, bebas dari praktek prostitusi dan pelacuran, pornografi dan porno aksi, perbuatan cabul atau perbuatan asusila dan lain sebagainya, sebagaimana di amanatkan dalam undang – undang No. 1 tahun 1974, yang mengatur tentang perkawinan dengan jelas menegaskan, “perbuatan cabul dan prostitusi adalah bagian dari pelacuran” dan kitab undang – undang hukum pidana (KUHP) pasal 296 yang berbunyi, “barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan terjadinya perbuatan cabul, oleh orang lain dengan orang lain dan menjadikannya sebagai pencarian atau kebiasaan, di ancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan” serta kitab undang – undang hukum pidana (KUHP) pasal 506 yang berbunyi, “barang siapa yang menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita, dan menjadikannya sebagai mata pencarian, di ancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun penjara ”.

Terlebih adanya peraturan daerah (Perda) DKI Jakarta No. 8 tahun 2007, yang mengatur tentang ketertiban umum, pasal 42 ayat (2) menegaskan, setiap orang di larang : (A). menyuruh, memfasilitasi, membujuk, memaksa orang lain untuk menjadi penjaja seks komersial, (B). menjadi penjaja seks komersial, (C). memakai jasa penjaja seks komersial.
Bagi yang melanggar ketentuan ini, di kenakan ancaman pidana kurungan, paling singkat 20 hari dan paling lama 90 hari, atau denda paling sedikit Rp. 500 ribu rupiah dan paling banyak Rp. 30 juta rupiah.

Trihadi berharap kedepannya, pemilik atau pengelola hotel Fidusia bisa berbenah diri dan menjadikan hotel Fidusia menjadi lebih baik lagi, bebas dari segala bentuk praktik pelacuran dan prostitusi, menjadi hotel yang nyaman dan aman untuk pengunjung, atau tamu keluarga yang ingin menginap, terlebih kepada pengunjung atau tamu keluarga yang membawa anak – anak.

Baca juga :   Operasi Yustisi Polsek Bangun, Berhasil Amankan Puluhan Pelajar yang Hendak Melakukan Aksi Unjuk Rasa Ke Kota Pematangsiantar

Pewarta: Anto Maulana

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*