Bupati Sunaryanta Menghadiri Bersih Situs Watu Suweng Peninggalan Sunan Kalijaga di Purwodadi




0 0
Read Time:3 Minute, 12 Second

Tepus, wartaotonomibaru.com – Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta di Dampingi Dinas Pariwisata Arif Aldian, Panewu Tepus Alsito,S.sos menghadiri Bersih/Rasulan Gunung Batur Watu Suweng.

Tradisi budaya ini dilakukan setiap satu tahun sekali. Dilakukan dihari Jum’at Legi tepatnya tanggal 4 Februari 2022 Pukul 09.00 WIB.

Bupati gunungkidul Kaos Hitam H.Sunaryanta saat menghadiri Bersih Dusun di Gunung Batur Kalurahan Purwodadi Tepus, Gunung Kidul.

Sunaryanta beserta Rombongan bersama -sama mendaki Bukit Gunung Batur Watu Suweng. Sesampainya diatas Bukit tempat acara Genduri (tempat menggelar sesajen) Rombongan Bupati Gunungkidul bersama Warga Kalurahan Purwodadi melaksanakan Genduri yang di pimpin oleh Juru kunci Gunung Batur sampai selesai secara adat yang sering di lakukan setiap Tahunnya.

Lurah Purwodadi Sagiyanto,S.IP bersama jajaran pamong kalurahan beserta masyarakat Purwodadi menyambut kehadiran Bupati dengan berpakaian adat jawa lengkap.

Sebelum acara dimulai Bupati menyempatkan berbincang dengan Pangruti Argo (Juru kunci Gunung Batur watu suweng) Bambang Sulur menggali informasi sejarah situs ini. Tidak lama kemudian acara dimulai dipandu oleh Tokoh Pamong Kalurahan Sapari, dengan menggelar tikar dengan duduk bersila.

Sugiyanto selaku Lurah Purwodadi Kapanewon Tepus Kabupaten Gunungkidul dalam Sambutannya mengucapkan terima kasih Kepada Bupati Gunungkidul, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Panewu Tepus dan tokoh masyarakat, Cagar Budaya peninggalan Sunan Kali Jaga ini selalu kami lestarikan mengingat kedepanya akan kami jadikan Situs wisata religi. “Kami akan menyuguhkan keaslian situs ini untuk diketahui masyarakat luas serta menjadi daya tarik wisatawan”, ucap Sugiyanto.

Selanjutnya Pangruti Argo Bambang Sulur menyampaikan sekilas sejarah ringkas Situs Gunung Batur Watu Suweng terletak di jalur Obyek Wisata Pantai Siung (menuju Pantai Lambor, Pantai Timang), Desa PURWODADI Kapanewon Tepus.
Tempat inilah sekitar Abad XV,Sunan Kalijaga melakukan syiar Agama Islam, dengan mengumpulkan warga di atas bukit (Gunung) Batur (Dinamakan Gunung Batur bermakna menjunjung tinggi sebagai abdi/pelayan kepada Allah SWT ), dilaksanakan disetiap hari Jum’at Legi (Jum’at hari baik/wajib untuk berkumpul secara berjama’ah menuju sholat Jum’at.

Pasaran Legi adalah mengandung arti akan mendapatkan Rahmad dan Hidayah, berkah dan barokah dari Allah SWT).

Disetiap berdakwah Sunan Kalijaga bersama para murid dan masyarakat, melaksankan Genduri dengan menyajikan makanan hasil pertanian, Brokohan. Kemudian Jagung, ketela, kelapa muda, tebu, kedelai (pada saat itu masyarakat belum membudidayakan tanaman padi). Sajian ini sampai sekarang dilestarikan dikenal dengan sebutan sedekah Brokohan. Kemudian Sunan Kalijaga bersama murid, masyarakat makan bersama (kembul bujana).

Sementara itu keberadaan Watu Suweng (tempat air dari batu berbentuk bulat yang dibawahnya terdapat lubang ditutup dengan batang kayu) besar kemungkinan adalah sebagai tempat air untuk wudhu. Hal seperti disampaikan di dalam Hadist, ”Barang siapa yang mandi lalu berwudhu, lalu ia bersegera dan bergegas (untuk melaksanakan sholat), kemudian ia mendekat kepada imam dan diam, maka baginya di setiap langkah kaki yang ia langkahkan (ada pahala) puasa dan sholat setahun, dan demikian ini adalah suatu yang mudah bagi Allah“. (HR. Ahmad & Asshabuh Sunnan, di shahihkan oleh Ibnu Khuzaimah). Dan dinamakan Suweng bermakna, setiap ajaran Sunan Kali jaga hendak didengar dan di amalkan sebagai tatanan, tuntunan dan titian kehidupan.

Acara dilanjutkan sambutan dari Dinas Pariwisata Arif Aldian menyampaikan, kegiatan ini sangat bersejarah, akan menjadi daya tarik tersendiri dan sangat berpotensi karena satu akses menuju Pantai Siung, Pantai Timang, Pantai Jogan dan Pantai Nglambor.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyampaikan apresiasi terhadap situs ini, karena sangat kental dengan sejarah Islam nya dan akan menjadi perhatian khusus, mengingat didalam Visi dan Misinya lebih memprioritaskan pembangunan disektor pariwisata. Dan harapan kedepannya Budaya di Gunungkidul semakin di jaga secara turun Temurun, harap Bupati.

Diakhir acara sebelum sholat Jum’at, masyarakat, sesepuh Paguyupan Pangrukti Hargo dan Lurah beserta jajaranya mengucapkan Puji syukur, bangga memiliki peninggalan yang mengadung sejarah besar masuknya Islam di tanah jawa kususnya Purwodadi. Peninggalan ini sebagai wujud melestarikan dan mengembangkan petilasan leluhur ini sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan melalui Program Wisata.

Wa2n/Endro

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*