Sidang Saksi Terdakwa Mantan Wali Kota Banjar 2003 – 2013 Hadirkan 4 Orang Saksi




1 0
Read Time:2 Minute, 8 Second

Bandung, wartaotonomibaru.com – Sidang saksi Terdakwa HS mantan Wali Kota Banjar 2003 – 2013 menghadirkan 4 orang saksi, yaitu Dadang Alamsyah, Tria Sukarno, Budi Firmansyah dan Supriadi.
Sidang dengan Nomor Perkara : 57/Pid.Sus-TPK/2022/PN Bandung, Surat Dakwaan KPK Nomor : 42/TUT.01.04/24/05/2022 Tanggal 19 Mei 2022 atas nama HS mantan Wali Kota Banjar 2003 – 2013, dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Kusumah Atmadja Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus, Jalan LL.RE Martadinata No. 74-80 Bandung, Senin (25/7/2022).

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Eman Sulaeman, S.H, Hakim Anggota (1) Akbar Isnanto, S.H., M. Hum, Hakim Anggota (2) Bonafius Nadya Aribowo, S.H., M.H. Kes, dengan Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) Muh. Asri Irwan.

Terdakwa HS mengikuti persidangan dari Rutan Kebonwaru, dengan didampingi oleh penasehat hukum. Sementara penasehat hukum lainnya mengikuti persidangan dari Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Kelas 1 Khusus.

Dadang Alamsyah, Tria Sukarno dan Budi Firmansyah ketiganya dihadirkan secara bersamaan. Jaksa Penuntut KPK dan Penasehat Hukum Terdakwa HS menanyakan kepada ketiga saksi perihal fee proyek.

Tria Sukarno mengatakan bahwa dirinya sebagai pegawai Almarhum H. Soni tidak mengetahui adanya fee proyek, sepengetahuan saya yang ada uang proyek, karena Alharhum H. Soni sering memberikan pinjaman modal ke perusahaan-perusahaan lain, ujar Tria Sukarno.

Saksi lainnya Dadang Alamsyah mengatakan, bahwa dirinya sering meminjam uang kepada Almarhum H. Soni untuk modal kerja. Saat ditanya oleh Jaksa Penuntut KPK dan Penasehat Hukum Terdakwa HS mengenai fee proyek di Dinas PUPR Kota Banjar, menurut Dadang dirinya hanya memberikan uang kepada pengawas proyek langsung di lapangan. Adapun saksi Budi Firmansyah sebagai pengusaha SPBU, dirinya tidak mengetahui perihal adanya fee proyek.

Baca juga :   LP Pemuda Kelas IIA Dan BNN Tanggerang Kota Adakan Tes Urin dan Assesment Bagi WBP

Sementara itu saksi Supriadi ketika ditanya mengenai uang 1 Miliar dari Terdakwa HS, menurut Supriadi uang yang diterima saat itu sebesar 300 juta untuk dana pilkada, sisanya diterima oleh bendahara partai. Selanjutnya saat dirinya dipanggil Penyidik KPK sebagai saksi, dijelaskan oleh Penyidik bahwa uang tersebut termasuk gratifikasi, maka sisa uang tersebut diserahkan kepada Penyidik sebesar 37 juta, ujar Supriadi.

Terkait pembuatan tower/bts, menurut Supriadi bahwa pengusaha tower/bts mempunyai kendala dalam perijinan.
Saat itu dirinya mengenalkan pengusaha tower kepada Pak Soedrajat, yang sama-sama sebagai anggota dewan di Komisi 3. Selanjutnya bersama Pak Soedrajat menemui Wali Kota untuk mengurus perijinan tower/bts.

Waktu memberikan uang kepada Wali Kota saya tidak yakin apakah itu uang, karena saya hanya melihat amplop berwarna coklat. Tapi asumsi saya bahwa amplop tersebut berisi uang, sesuai dengan pembicaraan sebelumnya yang membahas mengenai harga per tower, kata Supriadi.

Yudhi’s

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*